Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 Juni 2011
Rabu, 16 Maret 2011
kumpulan sajak masa mudaku 3
aku bersetubuh dengan masa lalu
aku menghamilinya dengan noda dosa
kemudian masa lalu melahirkan rasa sakit
kini rasa sakit itu telah tumbuh dewasa…
aku semakin mencintainya
aku melewati hari bersamanya
tak sekalipun ia berusaha untuk meninggalkanku
semoga ia mati sebelum aku beranjak tua
sebelum aku semakin melemah
aku mencintainya dan aku ingin membunuhnya…
ia tumbuh menjadi besar dan kuat
terkadang kedua lengannya yang kekar mencengkeramku,
tenggorokanku menyempit
aku sulit bernafas
terkadang kepalan tangannya memukul-mukul perut kiriku
aku meringkuk dan terguling di lantai,
kemudian kukunya yang tajam menusuk paru-paruku
terakhir ia menginjak-injak kepalaku,
hingga mulutku menelan sedikit debu dari lantai kamarku yang- kotor..
pandanganku semakin buram
dan ia tertawa-tawa menatapku hampir mati,
tapi kemudian aku berdiri
aku tersenyum kepadanya lalu aku berjalan keluar kamar
aku memasak mie instant dan mulai memakannya..
seolah tak ada yang barusan terjadi padaku
selasa sebelum natal 2006,07.00pm
kumpulan sajak masa mudaku 4
ia masih disini saat aku terkulai tak berdaya
aku melihat kepanikan dimatanya
ia mencoba menahan tangisnya dengan tersenyum kepadaku
selang infus menusuk di tangan kananku
tabung oksigen membantuku bernafas
tak ada yang bisa aku lakukan
aku telah kalah
cahaya terang muncul di sisi kananku
dan tiba-tiba aku sendirian
kemudian aku berjalan menuju cahaya
dan samar aku mendengar sebuah tangisan
lama aku terkesima oleh suara itu
untuk terakhir kali aku merasakan pelukannya
merangkul tubuh lemahku yang terbaring kaku
kini aku telah kalah
from my first’s punk novel
kumpulan sajak masa mudaku 5
orang-orang yang tak punya hati tak akan pernah bisa- memahamiku
hanya bisa menghakimiku
hanya bisa memvonis salah diriku
tanpa pernah mencerna alasanku
tak ada yang salah denganku
aku selalu berusaha menjadi budak Tuhan
namun aku tak tahu bagaimana aku harus menjalani kehidupan
tak ada yang bersedia mengajariku
kabel antena yang melintang diatas kamarku bergoyang
kupikir aku tak suka blink 182
mereka punk yang punya uang,
mereka punk yang punya kehidupan yang layak
mereka mampu membeli selusin minuman beralkohol-
tanpa harus bekerja keras
mungkin dalam rongga tubuhku telah penuh sarang laba-laba,
namun kini aku tak lagi tersengat aliran listrik dari kabel antena- tv yang aku pasang
mungkin karena darahku tak lagi dipenuhi alkohol
karena alkohol adalah penghantar listrik yang sensitif
diluar kilatan cahaya halilintar terlihat indah membelah gerimis- yang semakin mereda
aku teringat hari pertamaku dalam ruang tahanan polres
saat itu hujan dan listrik padam
aku meringkuk kedinginan dilantai yang sedikit basah
tiap menit adalah sebuah rasa takut
tiap kali polisi masuk ke ruang tahananku
tak sedetikpun ada waktu tidur yang tenang
aku takut tapi aku tak sedikitpun menangis
aku marah tapi tak sedikitpun aku berteriak
ini dosa yang aku tanggung
ini karma yang harus aku hadapi
dosa ini memang mulai berkarat
cinta ini memang telah ternoda
namun kita tak perlu sedikitpun menyesalinya..
tak ada data waktu
kumpulan sajak masa mudaku 10
aku terpasung oleh keinginan dan keputusanku
takan kutawar kembali kebebasan yang telah kugadaikan
seandainya mampu kulafalkan sebait kebenaran untuk menghibur diri
aku pasrahkan jiwaku sebagai tumbal atas kebohonganku
kulayani sisi tergelapku agar ia merasa puas
dan kunyatakan bahwa diriku telah tersesat
dan kusesali semua hari yang telah mati
dan kusesali semua janji yang tak bisa kupenuhi
hingga terkadang terlilit benci dalam sanubari
tubuhku melemah menggigil terselimuti hangatnya pagi
jiwa rentaku lumpuh untuk kuajak berjalan
dan sore indah berpayung layung mungkin hanya impian
hanya dongeng yang terkarang oleh para pembual
bagai cahaya bulan disaat gerhana menggelapkan bumi
namun entah kenapa kita terus yakin dan percaya
namun entah kenapa kita tak pernah mencoba mencari jawaban lain
dari setumpuk pertanyaan yang serupa dan sama
dari segenggam teka-teki yang terus berulang
mungkin kebodohan kita yang memaksa kita tuk terdiam
mungkin kemunafikan kita yang terus mengelabui hati nurani kita
mengolok-olok semua keterbatasan kita
kemudian tertawa menyaksikan petaka yang menimpa…
aku menelan kembali darah yang telah aku muntahkan,
dengan susah payah
aku ingin tahu apakah aku masih hidup…??
masih adakah rasa sakit yang melebihi rasa sakit yang sedang kujilati sendiri saat ini..??
kumpulan sajak masa mudaku 7
aku mencium bau amis dari tubuhku
kulitku berlumur cairan pekat berwarna merah
tubuhku sedang terluka
aku biarkan darahku mengering disekujur tubuhku
sebagian menempel ditembok kamarku,
ketika aku bersandar lemah tak lagi berdaya..
dengan jariku kubuat kaligrafi kecil di permukaan tembok itu
“I hate myself and I want .................”
tapi terkadang kita takut untuk mati
itulah sikap pengecut kita
manusia telah memutarbalikkan fakta,
demi kehormatan semu atasnama harga diri
God please forgive me…
That’s all just a bullshit from little badboy whom broken hopes,
stupid thinking which around in my mind,
my idiot brain
I hope I never hope for commit suicide
kumpulan sajak masa mudaku 8 "Sebuah Alasan"
seberkas titik terang
cahaya yang kuimpikan
sepanjang gelap yang kulalui…
sebagian denyut nadiku,
sebagian nafas dalam paru-paru berbronkhitis-ku…
disaat darahku terisi alkohol dan marijuana
tatapan matamu membersihkannya
senyum manismu menguasai pembuluh darahku
mengobati semua sakit di tiap inci syarafku..
sekali lagi aku tertolong,
ketika aku melihat lagi tatapan matamu
lalu aku terdiam dan berhalusinasi..,
aku terbangun di suatu pagi dalam pelukanmu,
diatas ranjang pengantin kita…
akankah terjadi…?
kapankah terjadi…?
takan ada siang jika tak ada matahari
segala hal pasti punya sebuah alasan
seperti halnya aku masih bertahan hidup,
karena aku masih ingin mencintaimu..
jangan pernah biarkan aku seperti Titanic,
terbelah dan tenggelam ke dasar samudera terdalam..
jangan pernah membiarkanku
menjadi sebait masa lalu yang terlupakan..
19 Nov 06,10pm,in my bad-room’s
Selasa, 15 Maret 2011
kumpulan sajak masa mudaku 9
terbesit sebuah keinginan
mengundurkan diri dari kompetisi yang takan berakhir ini
menyerah dari pertarungan hidup ini
relakan aku
suatu hari ku akan melangkah
atau mungkin juga ku akan berlari..
ku akan menuju ke tempat darimana ku berasal
dimana semua rasa sakit akan sirna,
atau mungkin juga kan menjadi abadi…
ku mencoba menghalangi diriku yang hendak pergi
namun sampai kapan ku akan bertahan??
Ough,aku lelah sekali
Ough,aku ingin mati sesekali
bukan mati untuk selamanya..
rasanya ku tak pernah bisa memaafkan kembali diriku
rasanya semua hal yang salah adalah aku
“kenapa..,kenapa sang raja malas memakai mahkotanya?
mungkinkah sang raja punya mahkota yang lebih anggun dan indah di dalam hatinya?”
apa maksud semua itu wahai kawan?
mungkinkah aku telah terlalu bodoh?
tolong..,tolong diamkan aku wahai kawan
hati dan jiwaku telah dingin membatu
tolong..,tolong cairkan aku wahai matahariku
dimanapun kau berada saat ini
kumpulan sajak masa mudaku 6
tak ada yang istimewa dalam kehidupanku
aku telah menjauh dari segala yang bernama ‘sosial’
aku membakar sifat empati-ku
keterasingan…
aku semakin tersudut
aku terdiam dalam ruang gerakku yang semakin menyempit
aku mulai menolak semua falsafah kehidupan
aku mulai tak percaya pada paham-paham yang dibuat oleh- manusia
akupun mulai muak dengan ideologi yang ada sampai detik ini
sulit rasanya mengetahui bahwa aku semakin sakit
apa air telaga yang keruh bisa menjadi bening kembali?
tiga perempat hidupku aku lewati dikamar ini
tak tercium lagi aroma asap marijuana disini
tak ada lagi botol manson house berserakan dibawah ranjang
tak ada lagi puntung rokok dimeja kamarku
ha..ha..ha..,kadang aku rindu dengan semua itu
“dibalik permukaan yang halus terdapat lumpur yang hitam”
sebuah bait Gerbang Nasib milik Agatha cristhie…
kumpulan sajak masa mudaku 2
Seperti sebuah dongeng yang dilantunkan seorang ibu kepada- anaknya sebelum tidur,
kau membuatku merasa damai
membuatku terbuai
Tuhan selalu melihatku,
aku tak bisa menyembunyikan diri
Diluar terlalu gelap,
aku berdiam diatas ranjang menunggu matahari,
menunggu mati…
sesaat ia berdiri dan menatapku
lalu ia meninggalkan aku sendiri,
tanpa berkata ataupun menoleh lagi kepadaku
dan aku tahu ini akan berakhir
dan aku tahu aku akan kembali terlupakan
memikirkan sebuah kenangan paling indah sekalipun
ternyata semakin terasa menyakitkan
melantunkan tembang termerdu sekalipun
tak akan menghibur,
hanya akan menyiksa…
puasa 2006,morning after subuh
kumpulan sajak masa mudaku 1
ketika sebuah pertanyaan mulai menggumpal di sanubari
ketika sebuah harapan mulai menguap dari dasar sanubari
aku berteriak-teriak mencari semua jawaban…,
aku meraba-raba mencoba menghadapi kenyataan…
ini semua hanya perasaan yang mencoba menenggelamkanku
seperti iblis yang tak mampu lagi untuk menyesatkanku,
tak lagi berguna …
dan ketika sebuah ideologi merangkak merasuk ke rongga-otakku,
aku hanya terdiam menerima petuah-petuah busuk yang-kuanggap sebagai penuntun atas jiwaku yang tlah lama tersesat
teman adalah lawan dalam keadaan yang menyakitkan,
dan salah satu dari kita harus terbunuh agar salah satu dari kita-
bisa tetap melanjutkan hidup kita yang amat berharga?
Sebuah pertanyaan yang tak layak untuk dijawab oleh seorang-
penghianat..
akankah Tuhan dan para malaikat tetap tersenyum melihat- tumpukan noda dosa kita?
kugenggam sebuah pisau ditangan kananku
dan aku tak tahu untuk apakah itu..?
untuk bertahan ataukah untuk menyerah?
untuk melawan ataukah untuk mengatakan bahwa aku harus- kalah?
sebuah keputusan yang harus kuambil sekarang,
karena matahari takan menunggu malam untuk bersinar
valentine 2009,
Sabtu, 05 Maret 2011
4 akun fesbukku sudah ku nonaktifkan,agar aku bisa lebih berkonsentrasi pada 1 tokoh diriku
cerita ini aku awali dengan sebuah kalimat lantang..." aku tidak takut...! ",
kulanjutkan dengan sepenggal tawa dan kuiringi dengan sebaris tekad,
telah berlusin-lusin kali aku membuang kumpulan tulisan mimpi-mimpi hidupku..
aku pikir aku tidak bodoh hanya karena saat ini aku lebih suka menulis daripada membaca,
namun aku pikir aku juga tidak jenius hanya karena saat ini aku lebih suka mendengar daripada berbicara..
memalukan untuk aku teriakan namun menggelikan untuk aku tangisi..
sebuah pertarungan tanpa pemenang yang berkecamuk dalam jiwa...,
yang berantai dan terus berputar-putar bagai siklus metamorfosis kupu2 tanpa cacat..
sebaiknya aku mulai bercermin...
aku ini bukan dalam keadaan melemah...(BERSAMBUNG___laksanakan tugas dahulu...)
bukan hantu yang menulis sepucuk rima di dini hari ini
ada sesuatu yang tak rasional yang sedang menghinggapi diriku,
aku tak tau aku sedang berada dimana..
tertidur di suatu malam dan terbangun di suatu dini hari dengan tanpa bekas telah tertidur sedikitpun,
aku seperti tidak barusan tertidur...
hening dan teramat sunyi seolah menghisap waktu,
hanya ada sedikit suara berisik dari kipas komputer bututku
dan dengungan puluhan ekor nyamuk yang tertawa sinis kepadaku
dan siap memangsa lembaran kulit tubuhku
aku menelan setetes ludah agar aku bisa bernafas sedikit lebih lega,
kuteguk beberapa cc air putih untuk sedikit membasahi kerongkonganku
kemudian berharap aku akan bisa menemukan jawaban dari beberapa kalimat tanya yang sering terngiang dalam tidur malamku..
terlalu panjang apa yang aku alami dan terlalu pendek untuk aku tuliskan
aku tak pernah menyesal
detik jam masih belum mau berhenti dan akupun masih belum mau berdiam,
aku masih harus terus bergerak menuju pagi
dan aku masih harus terus merangkak menuju senja...
masih berselimut kesendirian sambil memeluk dinginnya temperatur ruang kamarku
aku mencari korek api dan sebatang lilin,
kuharap aku akan bisa menghangatkan diri..
ku oleskan dendam di sekujur kulitku kemudian membalas tawa sinis para mosquitoes,
setelah itu aku berteriak dalam hati..
"aku akan segera tertidur kembali ..."
aku tak tau aku sedang berada dimana..
tertidur di suatu malam dan terbangun di suatu dini hari dengan tanpa bekas telah tertidur sedikitpun,
aku seperti tidak barusan tertidur...
hening dan teramat sunyi seolah menghisap waktu,
hanya ada sedikit suara berisik dari kipas komputer bututku
dan dengungan puluhan ekor nyamuk yang tertawa sinis kepadaku
dan siap memangsa lembaran kulit tubuhku
aku menelan setetes ludah agar aku bisa bernafas sedikit lebih lega,
kuteguk beberapa cc air putih untuk sedikit membasahi kerongkonganku
kemudian berharap aku akan bisa menemukan jawaban dari beberapa kalimat tanya yang sering terngiang dalam tidur malamku..
terlalu panjang apa yang aku alami dan terlalu pendek untuk aku tuliskan
aku tak pernah menyesal
detik jam masih belum mau berhenti dan akupun masih belum mau berdiam,
aku masih harus terus bergerak menuju pagi
dan aku masih harus terus merangkak menuju senja...
masih berselimut kesendirian sambil memeluk dinginnya temperatur ruang kamarku
aku mencari korek api dan sebatang lilin,
kuharap aku akan bisa menghangatkan diri..
ku oleskan dendam di sekujur kulitku kemudian membalas tawa sinis para mosquitoes,
setelah itu aku berteriak dalam hati..
"aku akan segera tertidur kembali ..."
resep awet muda
skenario ini berawal dari beberapa buah potongan gambar yang tersusun tidak rapi
namun sangat menarik dan tampak harmonis untuk terpandang oleh sepasang mata lelahku
aku berbisik kepada rintihan angin malam ini yang menawarkan segenggam kebahagiaan untuk kuselami
dari dasar samudera menanjak sampai ke puncak bukit...
aku berbisik tentang sebuah nama 10 tahun lalu yang mencoba meraih tangan mungilku
sebelum aku segera tenggelam dalam panas terik urbanisme...
masa dimana aku harus memangsa untuk bertahan hidup..
masa dimana senja tak pernah memeluk dan merebahkanku dalam ketenangan..,
kulekatkan perban kesombongan untuk menutupi lubang-lubang kelemahanku
kurahasiakan semua kebohongan agar aku seolah putih bersih tanpa noda...
sampailah kita pada episode terakhir....,
aku ingin menyutradarai filmku sendiri...
namun sangat menarik dan tampak harmonis untuk terpandang oleh sepasang mata lelahku
aku berbisik kepada rintihan angin malam ini yang menawarkan segenggam kebahagiaan untuk kuselami
dari dasar samudera menanjak sampai ke puncak bukit...
aku berbisik tentang sebuah nama 10 tahun lalu yang mencoba meraih tangan mungilku
sebelum aku segera tenggelam dalam panas terik urbanisme...
masa dimana aku harus memangsa untuk bertahan hidup..
masa dimana senja tak pernah memeluk dan merebahkanku dalam ketenangan..,
kulekatkan perban kesombongan untuk menutupi lubang-lubang kelemahanku
kurahasiakan semua kebohongan agar aku seolah putih bersih tanpa noda...
sampailah kita pada episode terakhir....,
aku ingin menyutradarai filmku sendiri...
melanjutkan sebuah perdebatan antara hujan dan terik matahari
masih sangat sore ketika aku mulai berfantasi
tentang mimpi yang akan hadir disaat malam nanti ketika aku tertidur..
hujan yang baru saja mereda memang amat terasa membasahi dan menumpahkan kembali sebuah memorial kehidupan di masa remajaku
tidak indah memang...,
namun setidaknya bisa sejenak merefresh otak kananku yang telah terlalu sering terkontaminasi oleh ideologi-ideologi busuk yang sebenarnya kurang aku pahami..
sedetik lalu aku masih mencoba merangkai bait-bait yang kuharap akan terbaca merdu oleh sesuatu yang bisa mengobarkan kembali semangat juangku yang semenit lalu sedikit melebur tersapu hembusan angin kesunyian...
kini aku menyapa segenggam petuah untuk menghangatkan diri dan menyuplai berkubik-kubik asa dan tekad yang kualirkan lewat detak nafasku..
aku memeluk papan keyboardku dan memaksa 10 jariku menari diatasnya mengikuti iringan nada jiwaku...,
tidak lucu memang jika si badut mulai uring-uringan dan mulai memaki-maki tamu undangan di pesta ulang tahunku...,
tapi biarkan saja dia tetap memakai kostum kebanggaannya itu...,
semoga dia memang tidak tersiksa memakainya..,
kalimatku semakin menjauhi pusat tata surya..,
seperti pluto yang tak lagi termasuk dalam gugusan bimasakti...
sebelum semakin menjauh sebaiknya aku mulai menonton telenovela sambil meminum segelas capucino dan merebahkan lelahku pada bentangan seprai kumal warisan mamaku...,
kalimat terakhir yang sudah kurencanakan akan kutulis di akhir cerita ini adalah...
"satu langkah untuk melompati selusin jejak...,semoga aku akan berada di garis finish lebih awal..."
tentang mimpi yang akan hadir disaat malam nanti ketika aku tertidur..
hujan yang baru saja mereda memang amat terasa membasahi dan menumpahkan kembali sebuah memorial kehidupan di masa remajaku
tidak indah memang...,
namun setidaknya bisa sejenak merefresh otak kananku yang telah terlalu sering terkontaminasi oleh ideologi-ideologi busuk yang sebenarnya kurang aku pahami..
sedetik lalu aku masih mencoba merangkai bait-bait yang kuharap akan terbaca merdu oleh sesuatu yang bisa mengobarkan kembali semangat juangku yang semenit lalu sedikit melebur tersapu hembusan angin kesunyian...
kini aku menyapa segenggam petuah untuk menghangatkan diri dan menyuplai berkubik-kubik asa dan tekad yang kualirkan lewat detak nafasku..
aku memeluk papan keyboardku dan memaksa 10 jariku menari diatasnya mengikuti iringan nada jiwaku...,
tidak lucu memang jika si badut mulai uring-uringan dan mulai memaki-maki tamu undangan di pesta ulang tahunku...,
tapi biarkan saja dia tetap memakai kostum kebanggaannya itu...,
semoga dia memang tidak tersiksa memakainya..,
kalimatku semakin menjauhi pusat tata surya..,
seperti pluto yang tak lagi termasuk dalam gugusan bimasakti...
sebelum semakin menjauh sebaiknya aku mulai menonton telenovela sambil meminum segelas capucino dan merebahkan lelahku pada bentangan seprai kumal warisan mamaku...,
kalimat terakhir yang sudah kurencanakan akan kutulis di akhir cerita ini adalah...
"satu langkah untuk melompati selusin jejak...,semoga aku akan berada di garis finish lebih awal..."
jangan dibaca hanya sekali
daripada kesedihan ini tak tak pernah mengatakan darimana asal-muasalnya
dan sampai mana akhir-berakhirnya,
maka saya akan mencoba menghentikan tangis ini,
dan merubah air mata ini menjadi tetesan kata
yang terngiang,mengalun dan menyusup ke dasar sanubari
yang termenung sendiri tertegun menghadapi dunia yang terus berputar tak sejajar..
dunia yang kadang melompat-lompat bagai anak kelinci yang sedang belajar berlari dari kejaran Python morulus bivittatus
aku mengetengahkan sebuah perdebatan antara hujan dan terik matahari yang sering menerpa wajah manis para petarung kehidupan,
tidak akan ada banyak kata yang akan terucap dari mulut seorang yang telah diragukan keberadaannya...,
seseorang yang telah tercampakan oleh puing-puing pengorbanan
yang tanpa arah mata angin yang sesuai jarum kompas..,
aku masih menetap di tempat ini ketika semua orang telah berimigrasi ke wilayah baru,
yang lebih menjanjikan kubangan mata air dan tumpukan roti tawar beserta selai kacangnya..
apakah peradaban telah menelan mentah-mentah semua rasa penyesalanku..?
aku seperti melayang-layang diantara saturnus dan merkurius..,
mohon maaf,sebenarnya ini belum selesai..
aku sulit untuk menyelesaikan sebuah cerita karena aku lapar dan butuh makan.
dan sampai mana akhir-berakhirnya,
maka saya akan mencoba menghentikan tangis ini,
dan merubah air mata ini menjadi tetesan kata
yang terngiang,mengalun dan menyusup ke dasar sanubari
yang termenung sendiri tertegun menghadapi dunia yang terus berputar tak sejajar..
dunia yang kadang melompat-lompat bagai anak kelinci yang sedang belajar berlari dari kejaran Python morulus bivittatus
aku mengetengahkan sebuah perdebatan antara hujan dan terik matahari yang sering menerpa wajah manis para petarung kehidupan,
tidak akan ada banyak kata yang akan terucap dari mulut seorang yang telah diragukan keberadaannya...,
seseorang yang telah tercampakan oleh puing-puing pengorbanan
yang tanpa arah mata angin yang sesuai jarum kompas..,
aku masih menetap di tempat ini ketika semua orang telah berimigrasi ke wilayah baru,
yang lebih menjanjikan kubangan mata air dan tumpukan roti tawar beserta selai kacangnya..
apakah peradaban telah menelan mentah-mentah semua rasa penyesalanku..?
aku seperti melayang-layang diantara saturnus dan merkurius..,
mohon maaf,sebenarnya ini belum selesai..
aku sulit untuk menyelesaikan sebuah cerita karena aku lapar dan butuh makan.
kenapa kau bilang takan pernah ada kata manis yang akan terucap oleh senja ?
aku menjawab : " salah !!! "
tidak sedikitpun berubah karena memang tak perlu terpaksa untuk berubah..!!!
sore menjelang senja bukan semakin gelap namun terasa semakin bercahaya dan hangat,
lantunan syairmu sayup-sayup terdengar mendengung-dengung ditelingaku
bagai sepasukan tentara lebah yang menjelajah taman bunga
mencari tetesan-tetesan madu untuk sang ratu yang pemalu...
sambil memasak seonggok ide dalam otak aku bergumam bernyanyi lirih,
mengikuti dentuman irama kehidupan yang kau ajarkan padaku kemarin lusa,
tentang alunan nasib yang kadang tak menepati keinginan diri kita,
tentang not-not asa yang kadang menguap seiring panas terik matahari di tengah siang bolong
ketika kita lupa memakai topi atau sorban untuk meredam suhu dan melindungi kepala kita yang amat berharga...,
sampai kapan kita akan terus menunggu bunga-bunga mulai mekar
dan membiarkan wanginya merayap memeluk angin yang semakin menderu
dan berencana menjadi gulungan tornado yang melotot ke arah kita yang penuh dosa...?
apa kita akan tetap menunggu buah-buah yang telah masak terjatuh dari pohonnya...
sementara usus 12 jari di perut kita mulai berkerut....?
tidakkah sebaiknya kita menjemput fajar dan segera mengakhiri malam lebih cepat....???
tak perlu diresapi ataupun dipikirkan
tentang suatu hal yang membuatmu takut untuk menghadang laju waktu yang berlari secepat desingan peluru dan mampu menembus perisai kain yang menutupi jasad lemahmu...
kita hanya perlu terus bergerak..,
sesekali mundur..,
sesekali bertahan..,
sesekali bersembunyi..,
terus melawan dan terus mencari celah untuk menusukan kemenangan...
kemudian terdiam merayakan hari ini...
tidak jadi menulis,mungkin akan lebih indah jika aku tertidur
mempertuankan rasa menyerah dan mendewakan rasa putus asa...
aku memaki bodoh untuk menyanjung ketololan yang selama ini melapisi setiap jengkal kemunafikanku,
sepertinya aku telah menjadi bosan karena terlalu sering mengeluh dan mendesah lelah pada malam..,
berdiri dibawah langit pancaroba dan musim modernisasi dengan suhu peradaban yang tiap waktu berubah mengikuti rentetan alur mata rantai pertobatan,
kadang menghilang tertelan cahaya terang benderang dari sudut batin yang bahagia,
kadang menjelma menjadi suci ketika terkurung luka dan dosa....
menderu-debu bagai rintihan serangga yang terjebak dalam kubangan poison cair....
(bersambung....to be continued)
aku memaki bodoh untuk menyanjung ketololan yang selama ini melapisi setiap jengkal kemunafikanku,
sepertinya aku telah menjadi bosan karena terlalu sering mengeluh dan mendesah lelah pada malam..,
berdiri dibawah langit pancaroba dan musim modernisasi dengan suhu peradaban yang tiap waktu berubah mengikuti rentetan alur mata rantai pertobatan,
kadang menghilang tertelan cahaya terang benderang dari sudut batin yang bahagia,
kadang menjelma menjadi suci ketika terkurung luka dan dosa....
menderu-debu bagai rintihan serangga yang terjebak dalam kubangan poison cair....
(bersambung....to be continued)
maaf,aku mulai merangkak
aku mendesah lemah karena terlalu banyak kekalahan yang telah aku raih,
aku mendadak lelah karena pertarungan fase ini akan segera berakhir beberapa detik lagi..
dan itu berarti sudah waktunya membekukan diri dalam selimut peristirahatan,
dan itu berarti sudah waktunya melenyapkan segudang nafas yang telah lama meracuni sistem syaraf di otakku,
aku merasa bodoh karena aku mulai rajin menulis kebohongan
aku semakin sombong karena aku terlalu rutin menjaga harga diriku
aku tidak berniat menceritakan norma-norma yang kadang aku sendiri dengan bangga melanggarnya
aku tidak sedang berhalusinasi menjadi kaisar yang akan segera memperbudak tiap inchi ragaku
untuk melayani hasrat-hasrat pikiranku..
melompat jauh menuruni lembah curam dengan mimpi masih melekat dilesung pipiku yang kumal,
simpul senyum yang terbenam tertutup kabut kecoklatan
yang menimbulkan aroma perlawanan untuk menantang dengan lantang semua rasa menyerah...
berputar-putar mencari arah dan jalan setapak untuk menuju ke puncak lebih cepat,
tersesat diantara belukar masa lalu yang melilit perasaan bersalah
yang tak mungkin terubah oleh masa sekarang...
mengubur dalam-dalam tiap tetes embun dosa yang hadir di dini hari umurku
kini aku semakin menua dan berlumut,
kupasang waktu lebih cepat pada jam beker kesayanganku di kamar tidurku
agar aku terbangun sebelum mereka terbangun...,
agar aku mulai berjalan ketika mereka mulai terbangun...,
agar aku mulai berlari ketika mereka mulai berjalan...,
dan agar aku mulai beristirahat ketika mereka mulai berlari....
aku mendadak lelah karena pertarungan fase ini akan segera berakhir beberapa detik lagi..
dan itu berarti sudah waktunya membekukan diri dalam selimut peristirahatan,
dan itu berarti sudah waktunya melenyapkan segudang nafas yang telah lama meracuni sistem syaraf di otakku,
aku merasa bodoh karena aku mulai rajin menulis kebohongan
aku semakin sombong karena aku terlalu rutin menjaga harga diriku
aku tidak berniat menceritakan norma-norma yang kadang aku sendiri dengan bangga melanggarnya
aku tidak sedang berhalusinasi menjadi kaisar yang akan segera memperbudak tiap inchi ragaku
untuk melayani hasrat-hasrat pikiranku..
melompat jauh menuruni lembah curam dengan mimpi masih melekat dilesung pipiku yang kumal,
simpul senyum yang terbenam tertutup kabut kecoklatan
yang menimbulkan aroma perlawanan untuk menantang dengan lantang semua rasa menyerah...
berputar-putar mencari arah dan jalan setapak untuk menuju ke puncak lebih cepat,
tersesat diantara belukar masa lalu yang melilit perasaan bersalah
yang tak mungkin terubah oleh masa sekarang...
mengubur dalam-dalam tiap tetes embun dosa yang hadir di dini hari umurku
kini aku semakin menua dan berlumut,
kupasang waktu lebih cepat pada jam beker kesayanganku di kamar tidurku
agar aku terbangun sebelum mereka terbangun...,
agar aku mulai berjalan ketika mereka mulai terbangun...,
agar aku mulai berlari ketika mereka mulai berjalan...,
dan agar aku mulai beristirahat ketika mereka mulai berlari....
dibawah naungan hukum alam
tolong beri aku sedikit ruang untuk belajar membaca,
kemudian akan kulanjutkan dengan belajar menulis..
tidak ada sesuatu yang akan kubisikan dengan lirih ditelingamu,
aku takut kamu tak ingin mendengar atau menguping beberapa kata yang akan aku teriakan
dalam jiwa kusutku..,
aku terlalu sepi untuk menyanyikan tembang tentang kamu dan cahaya sunrise pagi hari kemarin..,
dan aku terlalu lapar untuk mengunyah sedikit cinta yang kau suguhkan padaku
dipagi hari kemarin tersebut..
akhirnya kumelangkah menjauh
dan hanya sisakan rentetan jejak yang kuharap akan mampu mengelabui kamu
yang bersembunyi dibalik tirai keluarga,
sudah terlalu mengantuk untukku mengulangi bait demi bait yang telah kurangkum menjadi pasal-pasal pembatas kehidupanku yang terus mengasuh beberapa memorial
kemudian akan kulanjutkan dengan belajar menulis..
tidak ada sesuatu yang akan kubisikan dengan lirih ditelingamu,
aku takut kamu tak ingin mendengar atau menguping beberapa kata yang akan aku teriakan
dalam jiwa kusutku..,
aku terlalu sepi untuk menyanyikan tembang tentang kamu dan cahaya sunrise pagi hari kemarin..,
dan aku terlalu lapar untuk mengunyah sedikit cinta yang kau suguhkan padaku
dipagi hari kemarin tersebut..
akhirnya kumelangkah menjauh
dan hanya sisakan rentetan jejak yang kuharap akan mampu mengelabui kamu
yang bersembunyi dibalik tirai keluarga,
sudah terlalu mengantuk untukku mengulangi bait demi bait yang telah kurangkum menjadi pasal-pasal pembatas kehidupanku yang terus mengasuh beberapa memorial
Langganan:
Postingan (Atom)